Mezanin Hemat Ruang di Rumah Mungil

SEBENARNYA, rumah keluarga Merry dan Johannes Soewardjiono di kawasan Siwalankerto, Surabaya, berukuran lumayan besar. Luas bangunannya mencapai 400 meter persegi untuk dua lantai. Namun, karena sebagian besar digunakan untuk kos-kosan, keluarga tersebut hanya kebagian rumah induk yang cukup mungil. Hanya enam kali sepuluh meter di lantai dua.

Karena tidak terlalu besar itulah, Merry harus pintar-pintar menata rumah induk yang akses masuknya terpisah dari rumah yang dimanfaatkan untuk kos-kosan. Oleh perempuan 52 tahun tersebut, ruangan seluas 60 meter persegi itu dibagi menjadi dua. Satu ruang dipakai untuk serbaguna. Maksudnya, ruang tersebut dimanfaatkan sebagai ruang tamu, ruang santai, sekaligus dapur plus ruang makan.

Di depan pintu masuk, Merry meletakkan sofa bed hitam yang bisa digunakan sebagai kasur ekstra bila ada keluarga yang berkunjung. Di sebelah kiri sofa, ada dua single chair bergaya modern warna merah. Di sebelah kanan sofa, ada pantry dengan kitchen set yang lumayan tinggi, sekitar 2,8 meter. Itu sengaja dibuat tinggi agar bisa menyimpan berbagai perabot.

Di kitchen set tersebut, ada kompor yang dilengkapi dengan pengisap asap. "Soalnya, ruangannya jadi satu. Biar tidak kotor dan bau," jelas perempuan 52 tahun tersebut. Untuk makan, Merry menyiasatinya dengan meja makan portabel. Bentuknya seperti lembaran kayu bersusun yang tersembunyi di salah satu bagian kitchen set. Jika akan digunakan, meja makan tersebut tinggal ditarik.

Ruang satunya dimanfaatkan untuk kamar tidur. "Sebenarnya, sehari-hari, putri bungsu saya, Geby, yang menempati rumah ini. Kalau saya dan suami, pindah-pindah. Sepekan di Surabaya, sepekan di rumah kami di Jember," jelas Merry. Karena itu, kamar tidur dimodifikasi agar bisa menampung Geby dan kedua orang tuanya, namun masing-masing tetap memiliki privasi.

Caranya, memunculkan lantai mezanin. Ruang yang dipakai untuk kamar memiliki tinggi sekitar lima meter. Tepat di titik 2,75 meter, Merry memasang balok kayu dari pohon merbau setebal 12 cm. Untuk bahan lantai, ibu tiga anak itu memilih kayu dari pohon mahoni dengan ketebalan sekitar 3 cm. Untuk tangganya, dia lebih suka kayu bangkirai.

Lantai mezanin tersebut memiliki luas 12 meter persegi, cukup ditempati untuk tempat tidur ukuran dobel plus kursi santai. "Kalau begini, kami tetap bisa berkomunikasi, tapi privasinya tidak terganggu," jelasnya. Bagian bawah lantai mezanin dipakai untuk kamar mandi kering plus lemari baju. "Saya cewek dan tiga anak saya cewek. Jadi, bajunya banyak," tutur nenek satu cucu itu.

Untuk memisahkan kamar mandi dan ruang tidur, Merry menggunakan lemari kayu. Pintu lemari danm kamar mandi dibuat sedemikian rupa supaya terlihat sama. Agar lemari kayu tidak cepat rusak karena lembap, Merry mengakalinya dengan menggunakan shower kaca yang dibeli jadi. "Memang sempit sih, tapi airnya tidak muncrat ke mana-mana," tegasnya. (any/tia)

---

Homefacts

- Rumah dibeli pada 2003. Tiga tahun kemudian, direnovasi dengan menambahkan garasi di bagian depan dan rumah induk di atas garasi.

- Total renovasi tersebut menelan dana Rp 250 juta, termasuk menambah fondasi baru dan pembelian furnitur.

- Luas bangunan keseluruhan mencapai 400 meter, tapi yang dipakai untuk rumah induk hanya mencapai 60 meter persegi.