Prospek Properti Tahun 2009 Menggairahkan





SEMARANG, RABU — Prospek properti 2009 di Jawa Tengah diprediksi menggairahkan. Optimisme itu terutama dipicu oleh turunnya suku bunga Bank Indonesia, turunnya harga bahan bakar minyak atau BBM dan situasi politik yang mendukung.

"Faktor pendorong utama adalah situasi politik yang sangat baik bagi dunia usaha. Menjelang Pemilu 2009, hampir semua kebijakan akan mendorong dunia usaha. Saya memperkirakan kondisi ini tetap terjaga hingga akhir tahun," ungkap Ketua Dewan Perwakilan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jawa Tengah, Sudjadi, di Kota Semarang, Rabu (28/1).

Di awal tahun, Sudjadi mengungkapkan, penurunan suku bunga Bank Indonesia sebesar 50 basis poin menjadi 8,75 persen merupakan angin segar bagi pelaku properti. Sudjadi memperkirakan hal itu dapat memicu angka suku bunga terus turun.

Suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) saat ini berkisar 14-16 persen. Menurut Sudjadi, jika kondisi politik mendukung, suku bunga akan terus turun hingga 8 persen.

Apalagi, menurut Sudjadi, Desember lalu Jateng mengalami deflasi sebesar 0,4 persen. "Ini akan mendorong daya beli masyarakat di sektor properti. Di sisi lain, daya beli ini juga didorong oleh turunnya harga BBM," ujar Sudjadi.

Menurut Sudjadi, prospek yang paling menjanjikan pada tahun 2009 di Jateng adalah properti untuk kelas menengah ke bawah. DPD REI Jateng merencanakan produksi sebesar 8.500 kavling.

Tahun lalu, rencana produksi sebanyak 8.500 unit tidak tercapai karena pukulan bertubi-tubi yang dialami oleh pelaku properti, yaitu kenaikan harga BBM serta krisis global. Tercatat, hanya 5.250 unit yang terjual di Jateng melalui KPR.

"Tetapi untuk tahun ini, saya memperkirakan rencana kami tercapai karena kondisinya sangat mendukung," ujar Sudjadi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Jawa Tengah bulan Desember 2008, indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,16 persen. Untuk biaya tempat tinggal kenaikannya sebesar 1,12 persen.