Properti Punya Peluang Besar


Bisa Jadi Tempat Mengalihkan Investasi

JOGJA - Saat investor menghindari pasar modal akibat pengaruh market global yang tengah lesu, industri properti punya peluang besar. Kebanyakan investor, kini melarikan modalnya ke investasi yang lebih aman dan menguntungkan.

''Sekarang tinggal pengembang yang mampu atau tidak memanfaatkan kesempatan bagus ini,'' kata salah satu pengurus Real Estate Indonesia (REI) DIJ Ahmad Syaefudin Muttaqin beberapa waktu lalu.

Menurut Syaefudin, dari sisi investasi sebenarnya properti bisa menjadi peralihan investasi yang lebih aman. Dari sisi keuntungan, juga tidak pernah merugi.

Tapi yang dihadapi pengembang adalah masalah tanah sebagai lokasi perumahan ataupun properti lainnya. Persoalan ini juga tidak kalah sulitnya. Kecuali bagi pengembang yang memiliki stok tanah, kesulitan itu tidak menjadi kendala berarti. Sekarang tinggal mereka memaksimalkan industri propertinya.

''Kalau pengembang punya stok tanah, tidak masalah. Cukup memanfaatkan dengan mengembangkan produk yang bagus. Yang perlu diperhatikan adalah ragam produk yang banyak, disertai dengan inovasi produk agar memunyai daya tarik bagi pasar,'' sarannya.

Hanya, Syaefudin menyayangkan kendala lain yang terjadi yakni alternatif pilihan pembayaran. Perbankan cenderung mengurangi pemberian KPR kepada masyarakat. Bunga yang dibebankan ke konsumen juga cukup tinggi serta ketatnya penyaluran kredit.

''Sebelum krisis, mekanisme KPR bisa mempermudah konsumen. Tapi sekarang realitanya berbeda, pengembang mesti mencari mekanisme yang tidak hanya memberikan kemudahan kepada konsumen, tapi juga menguntungkan pengembang. Itu yang menjadi kendala bersama,'' katanya.

Dalam situasi seperti sekarang ini, perbankan tetap diminta kerja samanya. Terutama dalam kemudahan KPR. Demikian juga dari pemerintah juga memberikan kemudahan, khususnya perijinan dan perpajakan.

''Walau bentuknya bisa insentif yang bisa dimanfaatkan pengembang. Bagaimanapun, kerja sama lintas sektor memang diperlukan. Memang selalu saja ada kendala, namun sinergi dan inovasi untuk menyiasati keadaan sekarang dan merebut peluang yang ada sangat diperlukan. Dan bentuknya bisa apa saja,'' katanya. (hes)
Masjusan : 08386 8282 59
Sumber : Radar Jogja