Home Sweet Home







( Artikel-artikel dibawah ini diambil dari http://www.kompas.com/properti/ dengan illustrasi gambar menyesuaikan )

Saat Memilih Rumah, Jangan Abaikan Faktor Lokasi



Membeli rumah memang selalu harus dengan beberapa pertimbangan. Salah satu yang cukup penting adalah pertimbangan lokasi.

Setiap orang tentunya menginginkan rumah sebagai tempat tinggal untuk menetap hingga usia tua. Agar rumah dapat digunakan terus menerus dan dapat memberikan kenyamanan, maka dalam mencari rumah harus benar-benar teliti dan seksama.

Teliti dalam mencari rumah tidak berarti hanya memperhatikan segi fisik rumah seperti menentukan spesifikasinya. Namun, teliti juga berarti mempertimbangkan segi non fisik, misalnya saja menyesuaikan anggaran dengan rumah yang diinginkan.

Setelah merencanakan serta menyediakan anggaran dan menentukan tipe rumah, tahap berikutnya adalah menentukan lokasi rumah. Ini merupakan tahap penting yang termasuk dalam pertimbangan non fisik ketika akan membeli rumah. Lokasi yang tepat mampu memberikan kenyamanan selama Anda menghuni rumah dan mempermudah Anda ketika akan menjual rumah tersebut nantinya.


Dekat Tol Lebih Bernilai

Oleh pengembang, biasanya pertimbangan lokasi rumah digunakan sebagai “senjata” untuk memasarkan sebuah rumah. Hal ini dapat dilihat pada brosur penawaran yang dibagikan oleh pengembang saat menjual rumah barunya. Di setiap brosur, para pengembang pasti tidak lupa menulis kata-kata yang bernada optimis bahwa rumah yang ditawarkan dekat dengan berbagai fasilitas, seperti “Lokasi mudah dicapai. Hanya 5 menit dari gerbang tol”. Walaupun tatanan kalimatnya tidak sama, hampir semua pengembang menulis kalimat yang intinya menawarkan rumah dengan iming-iming lokasi yang mudah dijangkau.

Lokasi rumah, khususnya perumahan baru, biasanya terletak jauh dari pusat kota. Sebagai contoh, rumah-rumah baru di sekitar Jabodetabek, umumnya berada jauh dari sentral kota seperti Jakarta. Akan tetapi jarak yang jauh ini dipermudah dengan akses penghubung yang cepat dan praktis seperti jalan tol, sehingga dapat memudahkan warganya untuk menuju lokasi tersebut. Karena itu perumahan yang lokasinya berada dekat dengan jalan tol memiliki daya tarik lebih besar bagi konsumen, karena berarti perumahan tersebut lebih mudah dijangkau.(Jaka Eko Cahyono-wartawan dan penulis buku/http://www.tabloidrumah.com)

Jangan Jauh dari Tempat Kerja

Lokasi rumah memiliki nilai tersendiri bagi konsumen, baik untuk dihuni sendiri, disewakan, atau untuk investasi. Karena itu pembeli harus mempertimbangkan lokasi dengan seksama sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Pasalnya kemungkinan besar pembeli akan menggunakan rumah tersebut dalam jangka waktu lama. Ini berbeda dengan penyewa yang umumnya bersifat sementara dan bisa pindah sewaktu-waktu. Untuk itu, lokasi ini harus dilihat apakah mudah dicapai atau tidak.

Selain itu, lokasi rumah jangan sampai terlalu jauh dari tempat kerja Anda. Bisa dibayangkan apabila jarak rumah Anda jauh, berapa lama waktu yang Anda butuhkan setiap harinya untuk pergi-pulang dari rumah menuju tempat kerja Anda? Jarak yang jauh juga akan menambah pos pengeluaran keuangan Anda untuk konsumsi bahan bakar jika mengendari kendaraan pribadi.

Bagi penyewa rumah, lokasi berkaitan dengan fungsi sumber kenyamanan. Ini dapat menggambarkan mengapa banyak orang memilih menyewa apartemen di tengah kota, meski secara finansial ia mampu membeli rumah tetapi di pinggir kota. Bahkan banyak orang memilih menyewa rumah di kota dan menyewakan rumahnya sendiri yang ada di wilayah lain.

Jika Anda membeli rumah untuk berinvestasi, pertimbangan lokasi tidak kalah pentingnya. Pemilihan lokasi dapat menentukan hasil keuntungan yang bisa dicapai. Sebagai contoh kasus, di beberapa lokasi, kenaikan harga tanah dan rumah di suatu wilayah lebih tinggi daripada di wilayah lain. Tentu saja ada faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga selain lokasi yang menguntungkan, seperti kondisi ekonomi secara umum dan laju pertambahan penduduk.

Sejak jaman Romawi kuno, rumah juga digunakan sebagai sarana untuk investasi. Agar bisa mendapatkan lokasi yang tepat, sebaiknya Anda meluangkan waktu yang memadai untuk mencari. Berpikiranlah terbuka untuk melihat tipe-tipe rumah idaman di beberapa lokasi sebelum menyempitkan pencarian ke lokasi tertentu. Selama mencari, Anda mungkin melihat puluhan atau bahkan ratusan unit rumah di pasaran.

Gunakan hal ini sebagai peluang menemukan pilihan. Harga yang diminta penjual tidak selalu mencerminkan nilai sebuah rumah. Namun biasanya, rumah dengan nilai yang bagus lebih cepat laku. Sedangkan rumah yang sulit terjual seringkali ditawarkan dengan harga yang terlalu tinggi.

Kondisi Sosial

Setelah lokasi ditentukan dan mengecek kondisi fisik rumah, sebaiknya Anda juga mengetahui kondisi lingkungan sosial di lokasi rumah yang Anda pilih. Jangan sampai Anda nanti membeli rumah di lokasi yang membuat Anda merasa tidak aman dan nyaman karena lingkungannya tidak “sehat”. Sebaiknya, Anda perlu mengecek secara menyeluruh lingkungan tersebut dan tidak hanya mengandalkan informasi lokasi rumah dari iklan, brosur promosi, atau agen properti.

Bagaimana caranya mengecek? Anda dapat mengunjungi kembali lingkungan rumah yang Anda incar pada hari yang berbeda dan waktu yang berbeda. Jika saat ini mengunjungi pada siang hari, besoknya Anda mengunjungi lagi pada malam hari. Ketuk pintu beberapa calon tetangga dan tanyai mereka tentang kondisi lingkungan sosial sekitarnya. Bila Anda akan menyewa, ada baiknya berbicaralah kepada pihak penyewa. Karena tidak mempunyai kepentingan jangka panjang di wilayah itu, penyewa akan memberi informasi secara lebih terbuka.

Meskipun Anda sudah mengetahui kondisi lingkungan dan memutuskan untuk membeli rumah di wilayah tersebut, yakinkan juga Anda melihat pilihan rumah yang lain di wilayah tersebut. Jika Anda mengalokasikan Rp 200 juta untuk sebuah rumah, lihat rumah yang ditawarkan lebih mahal yang ada di sekitarnya. Siapa tahu Anda hanya perlu mengeluarkan sedikit lebih banyak untuk mendapatkan fasilitas yang jauh lebih tinggi nilainya.

Pertimbangan Pemilihan Lokasi
Agar Anda tidak bingung dalam menentukan lokasi rumah yang cocok dan pas untuk Anda, berikut ini beberapa pertimbangan yang dapat digunakan.
1. Nilai rumah
Fungsi rumah yang tercermin dari lokasi akan berefek pada harga jual. Semakin banyak fungsi rumah maka harganya semakin tinggi. Pertimbangan di sini adalah apakah harganya sudah mencerminkan nilai dan manfaat yang akan Anda peroleh. Alangkah sayangnya kalau Anda membeli rumah di lokasi dengan berbagai fasilitas tetapi Anda menghabiskan seluruh waktu di tempat kerja. Atau rumah yang Anda beli mahal, hanya ditempati sekali sebulan atau pada akhir pekan saja.
2. Fasilitas pendidikan (sekolah)
Mempunyai anak atau tidak, Anda perlu peduli tentang masalah ini. Pasalnya, umumnya orang tua akan peduli masalah ini dan mereka memberi penghargaan pada kualitas sekolahan. Fasilitas sekolah harus dekat dengan tempat tinggal Anda. Jangan sampai putera-puteri Anda capai di jalan sehingga tidak bisa berkonsentrasi belajar.

Selain itu, penghargaan atas mutu sekolah akan mempunyai dampak langsung pada nilai properti di sekitar sekolahan tersebut. Maka tidak heran kalau banyak pengembang membangun sendiri fasilitas pendidikan, atau bekerjasama dengan pengelola sekolahan swasta. Para pengembang menilai bahwa sebuah sekolahan di sebuah kawasan atau kompleks perumahan dapat menarik minat pembeli.

3. Feng Shui rumah
Dalam membeli rumah, tidak ada kata terlalu hati-hati. Sedapat mungkin hindari atau kurangi risiko salah pilih. Salah satu caranya adalah dengan mempertimbangkan hal yang bersifat tradisional dan kurang konvensional, seperti Feng Shui. Anda boleh tidak percaya pada Feng Shui, tetapi sebagai pembeli Anda perlu peduli. Pasalnya, mereka yang percaya pada Feng Shui akan menentukan jumlah permintaan dan penawaran. Bila rumah Anda memenuhi kaidah Feng Shui, maka tidak heran bila ketika menjual kembali pasti sudah banyak orang yang menaksir rumah Anda.

4. Aspek perpajakan
Transaksi tanah atau bangunan merupakan obyek pajak. Selanjutnya sebagai pemilik tanah dan bangunan Anda akan dikenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Oleh karena itu pertimbangkan aspek perpajakan untuk mengetahui berapa besar pengeluaraan tambahan Anda baik pada saat membeli maupun untuk membayar pajak setiap tahunnya (PBB).

5. Perkembangan masa depan
Sebelum membeli, ada baiknya Anda mengetahui pola perkembangan baru atau renovasi besar yang akan atau sedang dilakukan di wilayah lokasi rumah tersebut. Hal ini untuk memprediksi pembangunan apa yang akan dilakukan di sekitar lingkungan lokasi rumah Anda. Untuk itu Anda dapat mengecek ke Dinas Tata Ruang Kota atau pejabat lain yang berwenang.

6. Resiko bencana
Apakah lingkungan lokasi rumah yang akan dibeli mudah terserang bencana banjir, kebakaran, atau tanah longsor? Jika rumah Anda masuk ke dalam lokasi yang rawan akan bencana, lebih baik Anda mengurungkan niat Anda untuk membeli rumah itu. Memang Anda dapat mengasuraikan rumah Anda untuk melindungi secara finansial dari bencana ini. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan bagaimana mengatasi bencana secara emosional. Asuransi hanya meringankan penderitaan finansial dari kehilangan rumah, tetapi bagaimana meringankan perasaan Anda?

7. Tingkat hunian
Bila Anda membeli rumah yang lokasinya di dalam perumahan, perhatikan apakah semua rumah sudah terisi semua atau belum. Bila rumah-rumah di lokasi itu banyak yang kosong, harap Anda waspada. Bisa jadi kekosongan rumah terjadi karena lingkungannya kurang bagus atau karena ada potensi resiko tertentu. Maka, setidaknya pilihlah lokasi yang tingkat huniannya diatas 50%.

Semua pertimbangan diberikan agar Anda tidak salah langkah. Namun, semua pilihan lokasi diserahkan kepada Anda.(Jaka Eko Cahyono-Wartawan dan penulis buku/http://www.tabloidrumah.com)






Cek Dulu, Baru Serah-Terima

Setelah melakukan proses serah terima, seringkali konsumen mendapati ada beberapa bagian rumah yang rusak. Agar Anda terhindar dari hal-hal tersebut, ada beberapa pengecekan yang perlu Anda lakukan sebelum melangsungkan proses serah terima.

Eti—karyawati sebuah kantor di Jakarta—setahun yang lalu membeli rumah di perumahan yang berlokasi di Bekasi. Karena sepengetahuannya pengembang perumahan ini mempunyai skala bisnis yang cukup besar, ia pun membelinya. Setelah proses serah-terima dari pengembang berlangsung, beberapa waktu kemudian Eti berencana melakukan renovasi pada beberapa bagian rumah yang dibelinya. Namun, alangkah terkejutnya Eti melihat kondisi rumahnya. Pada saat akan melakukan renovasi tersebut, ia menemukan beberapa kerusakan pada kualitas bangunan. Padahal sejak serah-terima hingga saat ini, rumah tersebut belum sempat ditinggali.
Beberapa kerusakan yang ditemui antara lain dinding yang retak dan plafon gipsum yang berlumut—yang diakibatkan adanya luapan air dari saluran pembuangan air hujan dari genteng. Selain itu juga Eti mengalami kesulitan menemukan jalur instalasi air bersih dan air kotor, sehingga ia sulit menyambung atau menambah instalasi pipa yang baru.
Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi? Padahal pengembang perumahan ini memiliki reputasi yang tidak mengecewakan dengan kualitas bangunan yang cukup baik. Sudah tentu dengan beberapa kerusakan ini Eti akan memperbaikinya. Namun ia harus menyediakan waktu yang tidak pendek dan dana yang tidak sedikit.
Kasus seperti ini mungkin dapat terjadi pada setiap orang termasuk Anda. Sebagai konsumen, dapatkah kita meminimalkan terjadinya kasus seperti ini? Jika ya, bagaimana caranya? Apakah sesulit yang dibayangkan? Jawabannya adalah bisa dan tidak terlalu sulit. Dengan pengorbanan sedikit waktu dan tenaga pada saat mendekati serah-terima rumah impian, Anda dapat terhindar dari kasus seperti ini.

Proses Serah-Terima
Dalam sebuah bisnis properti, proses serah-terima dari pihak pengembang ke konsumen merupakan salah satu tahap dari serangkaian proses yang harus dilakukan. Langkah ini merupakan pengalihan hak kepemilikan bangunan atau kavling dari pihak pengembang kepada pihak konsumen. Secara hukum, kedua belah pihak setuju untuk menerima tanpa adanya unsur pemaksaan.
Mengacu dari definisi itu, kita sebagai konsumen sebenarnya memiliki hak untuk meneliti kembali kondisi terakhir bangunan yang diserahkan pihak pengembang. Sebelum proses serah-terima berlangsung, hendaknya Anda meminta waktu kepada pengembang untuk mengecek kondisi akhir bangunan dengan metode check list.
Beberapa pengembang besar yang cukup mempunyai reputasi, sudah melakukan prosedur ini. Mereka biasanya sudah memiliki standar prosedur produksi, mulai dari tahap produksi bagian hulu (tahap perencanaan awal dan tahap pengadaan sub-kontraktor) sampai tahap bagian hilir (tahap pelaksanaan, tahap pengawasan, dan tahap pemeliharaan). Nah bagaimana dengan pengembang perumahan Anda?
Apabila semua prosedur sudah dilakukan sesuai standar, berarti Anda telah membeli rumah dari pengembang yang baik. Namun, hal ini belum menjamin tidak terjadinya kasus seperti yang dialami Eti. Sebab, banyak dari konsumen melakukan pemeriksaan secara selayang pandang saja, tidak secara teliti dan hati-hati. Karena itu, ada atau tidak prosedur pengecekan akhir dari pihak pengembang, hendaknya Anda tetap harus berinisiatif untuk melakukan pengecekan sendiri. Prosedur pengecekan ini merupakan kesempatan yang seharusnya diberikan kepada konsumen untuk menilai hasil akhir dari produk yang ditawarkan pengembang. Apa saja yang harus dilakukan ketika Anda melakukan pengecekan pada bangunan? Bagaimana langkah-langkahnya?
Ada 3 hal pokok yang harus dilakukan pada saat pengecekan.

1. Pemeriksaan kualitas fisik bangunan secara umum
Periksalah dengan baik dan teliti seluruh bangunan rumah Anda. Biasanya bagian yang kurang rapi atau mengalami kerusakan—mulai dari bagian pagar luar, kamar tidur, kamar mandi, atau dapur—dapat dilihat secara visual. Agar tidak lupa, catatlah kerusakan yang Anda temui pada formulir yang telah disediakan pengembang. Atau jika pengembang tidak menyediakannya, catatlah di kertas sendiri. Tapi perlu diingat, bila menggunakan kertas sendiri, Anda harus meminta tanda tangan atau persetujuan dari pihak pengembang sebagai ajuan bukti permintaan perbaikan.
Beberapa pekerjaan yang perlu Anda lihat secara visual di antaranya adalah sebagai berikut.

Kualitas fisik bangunan

Pengecekan Pagar depan

- Kerapian bentuk dinding
- Kekuatan dan kerapian besi
- Kondisi pengecatan pagar

Halaman depan

- Kerapian carport
- Kondisi halaman depan

Tampak depan bangunan

- Kerapian genteng depan
- Kerapian papan lisplank
- Kerapian dinding depan
- Finishing pintu dan jendela
- Asesoris pintu dan jendela
- Kerapian keramik teras

Ruang tamu, makan, dan keluarga

- Kerapian sudut dinding
- Kerapian cat dinding
- Kondisi penutup plafon
- Kerapian lis plafon
- Pengecatan dinding dan plafon
- Kerapian keramik lantai
- Cacat keramik lantai
- Finishing pintu dan kusen
- Asesoris pintu dan jendela

Ruang tidur

- Kerapian dinding rata
- Kerapian sudut dinding
- Kerapian cat dinding
- Kondisi penutup plafon
- Kerapian lis plafon
- Pengecatan dinding dan plafon
- Kerapian keramik lantai
- Cacat keramik lantai
- Finishingpintu dan kusen
- Finishingjendela dan daun
- Asesoris pintu dan jendela

Kamar mandi

- Keramik lantai dan dinding
- Kerapian bak mandi
- Pemasangan drain floor
- Kondisi penutup plafon
- Kerapian lis plafon
- Finishingkusen dan pintu
- Asesoris pintu dan jendela

Dapur dan teras belakang

- Keramik lantai dan dinding
- Kerapian bak cuci
- Pemasangan drain
- Kondisi penutup plafon
- Kerapian lis plafon
- Kerapian sudut dinding
- Kerapian cat dinding
- Finishing pintu dan kusen
- Finishing jendela dan daun
- Asesories pintu dan jendela

Tangga (jika ada)

- Kerapian keramik
- Pemasangan railing
- Cat
- Finishing bagian bawah tangga


2. Kelengkapan gambar instalasi
Mintalah kelengkapan gambar instalasi listrik, air bersih, dan air kotor. Walaupun sepele, hal ini penting. Gambar tersebut akan berguna pada saat anda akan merenovasi rumah, misalnya menambah ruangan. Kesulitan renovasi banyak terjadi akibat tidak adanya gambar jalur instalasi, sehingga proses mencari jalur tersebut dilakukan dengan cara trial and error, misalnya dengan cara mengelupas dan menghancurkan dinding (bobok). Cara ini hanya akan menambah bagian rumah yang mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan perbaikan jika jalur pipa tidak juga ditemukan.
Beberapa gambar yang dapat Anda minta ke pengembang antara lain sebagai berikut.

Instalasi
Instalasi listrik

Gambar instalasi terpasang


Instalasi air bersih

Gambar teknis pemipaan


Instalasi air buangan

- Gambar saluran air hujan
- Gambar saluran air cuci

3. Pengetesan instalasi
Walaupun masih terasa asing, pengetesan instalasi perlu dilakukan. Jangan sampai ketika Anda menempati rumah baru, talang air hujan mengalami kebocoran. Mintalah hasil tes instalasi kepada pihak pengembang seperti jaringan air bersih, air kotor, talang air, perendaman dak air talang, atau pengetesan instalasi listrik. Jika pihak pengembang belum melakukannya, maka Anda harus memintanya untuk melakukan pengetesan ini. Untuk saluran air hujan dan air kotor, pengetesan dilakukan dengan cara menuangkan air pada lubang drain. Setelah itu amati pada ujung saluran pembuangan. Langkah ini untuk memastikan apakah air mengalir dengan baik atau tidak. Untuk saluran air bersih dapat dilakukan dengan cara memberikan tekanan tertentu dalam waktu yang ditentukan dengan memakai alat tespump.
Beberapa pengetesan yang dapat Anda minta ke pengembang antara lain sebagai berikut.

Pengujian

Aliran listrik

- Fungsi saklar (nyala lampu)
- Fungsi stop kontak


Instalasi listrik

Pernyataan kelayakan dari lampiran hasil tesmerger (tes kelayakan grup pada panel)

Instalasi air bersih

Pernyataan kelayakan dari lampiran hasil tes tekanan (tes kelayakan instalasi pemipaan, yang dilakukan oleh pihak pengembang dan kontraktor yang membangun perumahan tersebut)

Instalasi air kotor

Pernyataan kelayakan dari lampiran hasil tes aliran (tes kelancaran pemipaan, yang dilakukan oleh pihak pengembang dan kontraktor yang membangun perumahan tersebut)

Kebocoran dak beton talang/kamar mandi

- Hasil dari tes rendam dak kamar mandi - - Hasil dari tes perendaman dak talang (jika ada )

Selain tiga hal di tas, Anda juga harus menanyakan beberapa jaminan yang diberikan oleh pengembang mengenai rumah yang akan diserahkan olehnya. Umumnya pengembang akan memberikan jaminan dengan jangka waktu tertentu. Jaminan yang dapat Anda tanyakan kepada pengembang antara lain sebagai berikut.
1. Jaminan pemeliharaan
Tanyakan ke pihak pengembang, berapa lama jaminan pemeliharaan bangunan yang diberikan serta sampai di mana batasan fisik yang dijaminkan. Hal ini harus jelas dan harus dituangkan secara tertulis di dalam klausul Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Jika terjadi kerusakan pada masa pemeliharan, maka Anda dapat dengan segera mengajukan perbaikan kepada pihak pengembang. Batasan bagian yang dijaminkan juga penting untuk menghindari saling menyalahkan antara Anda sebagai pembeli dengan pengembang.
2. Jaminan pekerjaan
Jaminan ini khususnya untuk perumahan yang lokasinya rawan akibat serangan rayap. Mintalah pada pihak pengembang jaminan dari pekerjaan antirayap di rumah Anda. Anda perlu mengetahui berapa lama garansi yang diberikan. Serangan rayap pada akhirnya akan sangat merugikan kondisi rumah Anda dan bahkan dapat menyambar ke barang-barang interior di rumah yang terbuat dari kayu atau rotan.
Setelah Anda benar-benar yakin bahwa semua hal di atas telah dijalankan dengan baik, maka Anda sudah memiliki jaminan yang dapat mengurangi resiko. Pada akhirnya proses serah-terima rumah dapat dilakukan sehingga Anda dapat tinggal di rumah Anda sendiri dengan nyaman. (Richard Mandalora, ST., MT./www.tabloidrumah.com)



Ruang Keluarga Modern dan Maskulin






RUANG keluarga dilengkapi dengan sofa L enam dudukan. Warnanya cokelat tua. Dipilih untuk memunculkan kesan hangat dan nyaman. Warna sofa ini dibuat senada dengan warna coffe table.

Biasanya gaya maskulin, tidak menggunakan banyak bantal pada sofa. Namun, agar ruangan tidak berkesan monoton, ditambahkanlah bantal pada sofa. Permainan berbagai motif, seperti motif garis dan sisik ikan, tampil pada penataan bantal. Pilihan warna dan motif bantal juga dibuat selaras dengan warna furnitur.

Pada sudut ini, warna ruangan dibuat bergradasi dari warna terang ke gelap. Putih pada dinding, cokelat pada furnitur, dan hitam pada beberapa bantal. Setiap benda yang ada dalam ruangan, mewakili warna-warna dalam deretan gradasi. Sehingga tampilannya tetap rapi, walaupun ada beberapa motif yang sengaja "ditabrakkan".

Sebagai aksen ruangan, ada beberapa lukisan kain. Lukisan tersebut sebenarnya terbuat dari kain-kain bahan upholstery (penutup sofa). Ide kreatif ini bisa menjadi alternatif. Terutama jika Anda kesulitan mendapatkan hiasan dinding yang pas dengan ruangan. Lukisan kain ini juga bisa disesuaikan dengan warna dan motif furnitur.

Penulis: Anissa
Foto: Rai
Lokasi dan properti: Savana Furniture, Kemang Raya, Jakarta Selatan






Selasa, 30 Desember 2008 | 07:55 WIB

BANYAK orang meletakkan karpet sebagai pemanis lantai. Selain itu, karpet juga dipakai demi alasan kenyamanan. Karpet yang berukuran lebar dan bertekstur empuk, sering ditempatkan pada ruang duduk sebagai alas duduk.

Sebagai elemen interior rumah, karpet biasanya dipasang di ruang tamu atau ruang keluarga. Beberapa jenis karpet juga dipasang pada area area privat dan semipublik. Misalnya dipasang di kamar atau ruang kerja.

Tidak terbatas pada faktor kenyamanan, karpet dapat mendukung terciptanya sebuah konsep suasana ruangan. Ingin tampilan yang lebih alami atau tradisional? Anda bisa memilih karpet dengan warna-warna alam. Seperti cokelat, kuning, atau oranye. Untuk motif, Anda bisa memilih pola-pola konservatif. Seperti garis atau kotak. Motif bunga bisa dipilih untuk membangun kesan romantis.

Fungsi karpet sebagai pembangun suasana tentu tak bisa maksimal jika tidak didukung oleh elemen ruang lainnya. Setiap elemen, mulai dari furnitur, aksesori, warna cat tembok, dan karpet haruslah saling mendukung. Pemilihan desain dan warna setiap elemen itu harus serasi.

Contoh, jika ingin membangun sebuah ruang yang bergaya modern kontemporer, maka gunakan elemen-elemen ruang yang mendukung tema itu. Gunakan karpet bermotif modern. Pilihan warnanya dapat disesuaikan dengan warna sofa atau warna ruang. Namun, jika karpet ingin digunakan sebagai ornamen, pilih karpet yang berwarna dan bagus kontrasnya sehingga akan menimbulkan kesan atraktif dan menarik.



Agar Kaca Film Menempel Erat



Kaca film tidak hanya bisa dipasang pada kaca mobil, tetapi juga di kaca jendela rumah kita. Dengan menggunakan kaca film, rumah menjadi lebih adem, karena intensitas cahaya yang tinggi dari kaca transparan dapat dikurangi.


MEMILIKI banyak bukaan yang besar, memang membuat rumah menjadi terang dan berkesan lega. Tetapi terlalu banyak cahaya yang masuk, menyebabkan rumah menjadi terlalu terang dan panas. Sebagai solusinya, biasanya dipasanglah kaca film.

Memang dengan menggunakan kaca film, kaca jendela menjadi agak gelap, dan keadaan cuaca di luar tidak lagi bisa tampak dengan jelas, dari dalam. Meski demikian penggunaan kaca film, membuat rumah menjadi lebih adem, dan tampilannya pun tetap transparan dan kinclong.

Bagaimana cara memasangnya? Berikut langkah-langkahnya.

Alat dan Bahan :

* Kaca film (sunblast atau warna)
* Semprotan air, air sabun, karet pembersih, kaca, alat pemotong (gunting atau cutter), lap.

Langkah Pengerjaan :

1. Ukur kaca film sesuai dengan ukuran kaca jendela. Lebihkan ukuran sekitar 5cm, pada sekeliling kaca film, kemudian potong.

2. Bersihkan permukaan kaca jendela dari kotoran dan debu. Setelah bersih, semprotkan air sabun ke permukaan kaca tersebut.

3. Buka lapisan perekat pada kaca film, kemudian semprotkan air ke bagian kaca film yang mengandung lem.

4. Tempatkan kaca film pada seluruh permukaan kaca jendela. Rapikan dan eratkan permukaan kaca film ke kaca jendela.

5. Potong bagian tepi kaca film yang tersisa dengan cutter, kemudian rapikan.

6. Bersihkan dan keringkan sisa air yang berada pada bagian tepian kaca jendela.