Investasi Properti Menggiurkan



INILAH.COM, Jakarta – Inflasi dan harga bahan bangunan boleh tinggi, para investor di bisnis properti tidak keder. Pasar properti tetap menggiurkan. Imbal hasilnya pun jauh lebih tinggi ketimbang negara lain di Asia.


M Dindien Ridhotulloh

Perusahaan konsultan properti Global Property Guide baru-baru ini melaporkan, imbal hasil kotor tahunan dari sewa apartemen di Indonesia mencapai 13,4%. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia.

Managing Director PT Colliers International Indonesia Michael Broomell sempat memperkirakan imbal hasil (yield) investasi properti di Indonesia mencapai 8%. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari sektor properti di Singapura yang hanya 2-3%.

Rata-rata hasil survei menunjukkan, imbal hasil investasi di bidang properti berkisar 7-14% per tahun, bergantung pada jenis properti. Pendapatan investasi pada gedung perkantoran diperkirakan 7% dan untuk pusat perbelanjaan 13%.

Investasi pada dua jenis properti itu biasanya dilakukan investor institusi yang memiliki dana besar. Apartemen memberikan tingkat imbal hasil 13-14% per tahun. Artinya, investasi di sektor ini juga tetap menggiurkan.

Memang, hasil survei BI menyebutkan bahwa indeks harga properti triwulan I 2008 relatif sama dengan triwulan sebelumnya, yakni 1,04%. Tapi, secara tahunan, indeks harga meningkat lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni dari 4,16% menjadi 4,68%.

Khusus untuk wilayah Jabotabek, kenaikan harga rumah secara triwulanan maupun tahunan melambat dibandingkan triwulan IV 2007 (0,17%).

Hasil survei BI juga menemukan fakta bahwa pada triwulan IV 2007 kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada tipe rumah menengah, yakni 1,52%.

Berdasarkan wilayah, Bandung membukukan peningkatan harga rumah tertinggi, yakni 2,44%, terutama pada rumah tipe menengah (5,21%). Harga rumah di Jabodetabek pada periode yang sama hanya naik 1,54%, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (1,15%).

Banyak cara untuk berinvestasi di bisnis properti. Bisa memulainya dengan membeli rumah tinggal, ruko, membangun rumah sewaan, bangunan komersial lain atau tanah kosong.

Dari semua pilihan itu, membeli dan menjual rumah sewaan lebih baik dipilih bagi mereka yang baru akan mulai berinvestasi di bisnis properti. Berikutnya, sedikit-sedikit menabung dari hasil sewa untuk diinvestasikan kembali.

Yang paling sering dilakukan investor pemula di sektor properti adalah seperti dilakoni orang-orang Betawi, yakni membuat rumah sewaan alias rumah kos. Cara ini dinilai lebih mudah dengan risiko lebih kecil.

Dengan menjadi induk semang, pemilik rumah kos bisa mengontrol sendiri anggaran sekaligus mengestimasi berapa cost dan return-nya.

Investasi yang lebih canggih adalah membangun hunian kemudian menjualnya lagi. Kontrol sendiri, kemudian menjualnya juga sendiri.

Penting sekali memahami mengapa properti sering jadi pilihan utama untuk mengembangkan harta kekayaan. Tapi, bisnis jenis ini bukan tanpa risiko. Seperti investasi lainnya, bisnis kontrakan juga punya kendala. Misalnya, para penyewa telat bayar, pindah tanpa memberitahu, bangunan rusak.

Jenis investasi properti lainnya adalah membeli hunian atau apartemen untuk kemudian disewakan atau dijual kembali saat harga tinggi. Untuk tipe investasi seperti ini, ada baiknya mengikuti saran Adler Haymans Manurung, pengamat investasi dan pasar modal.

“Jangan lupa investasi properti, lakukan diversifikasi di beberapa tempat, dan variasikan bentuk propertinya. Lalu, ikuti perkembangan wilayah/lokasinya dan ketahui pula kondisi legalitas surat-surat propertinya,” papar Adler.

Salah satu hal paling menarik dari investasi di properti adalah bahwa sistemnya dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk menggunakan uang pihak lain untuk berinvestasi.

Investasi properti yang lebih canggih adalah membangun hunian skala besar. Banyak contoh sukses di bisnis jenis ini. Salah satunya dicatat Ciputra dan Mochtar Riyadi.

Jadi, segera tentukan pilihan berinvestasi di sektor properti. Anda tinggal menunggu pundi-pundi keuntungan bertambah dengan pelan tapi pasti.